Ketika gue lagi bongkar-bongkar kardus berisi tumpukan buku-buku lama jaman TPB, ternyata terselip pula buku tulis Bahasa Indonesia jaman gue SMA.
Ndilalah, di dalamnya terdapat dua puisi yang gue tulis. Satu didedikasikan kepada salah satu mata pelajaran favorit gue jaman SMA; satu lagi untuk temen-temen gue di sekolah yang lama.
Puisi untuk mata-pelajaran-misterius tersebut ada di sini
Sementara puisi gue yang satu lagi gue taruh di blog ini. Ini dia
Dalam sempitnya waktu
izinkan aku merenung
mengingat kisah-kisah persahabatan ini
susah, senang, suka dan duka
kita lewati rintangan bersama
terimakasih, Kawan
kalian hidupkan kembali nadiku.
semangatku
dalam persahabatan yang penuh keunikan ini
Mungkin jarak akan memisahkan kita
tapi tidak kenangan ini
jadi aku tak akan ucapkan selamat tinggal,
melainkan sampai jumpa, sampai bertemu lagi
[Kuala Lumpur, 8 September 2005]
Rather cheesy isn’t it? Gue gak akan membela diri, emang itu cerminan gue yang lagi gundah gulana waktu mau pindah sekolah.
***
Masih seputar buku catatan Bahasa Indonesia gue. Di dalamnya terdapat hal-hal yang menurut gue menarik. Misalnya, pelajaran mengenai puisi lama.
Jenis-jenis puisi lama (menurut catatan gue 5 tahun silam) antara lain:
1. Pantun
adalah puisi 4 baris 1 bait; baris 1-2 disebut sampiran dan baris 3-4 disebut isi; bersajak a-b-a-b; tiap baris terdiri dari 8-12 suku kata; isinya merupakan curahan perasaan. Contoh:
Buah cempedak di luar pagar
Ambilkan galah tolong ambilkan
Kami murid baru belajar
jikalau salah tolong tunjukkan
(#aseeek #ngutip dari mbah google)
Ada gula ada semut
ada ladang sapi merumput
Disini ribut disana ribut
tanpa bangjo jalan semrawut
(#aseekk #buatan sendiri #prikitiw)
2. Karmina (kayak judul sinetron)
adalah pantun kilat; terdiri dari 2 baris 1 bait; baris ke-1 sampiran, baris ke-2 isi; sajak akhir a-a; isi curahan perasaan. Contoh:
Dahulu parang sekarang besi,
dahulu sayang sekarang benci
(duilee.curcol)
3. Gurindam
adalah puisi 2 baris 1 bait; baris kesatu dan kedua punya hubungan sebab-akibat; sajak a-a; isi nasihat atau suatu kebenaran. Contoh:
Dengan ortu hendaklah hormat,
supaya diri dapat selamat
(#aseekk #contoh dari bu guru)
4. Talibun (kalau huruf u-nya diganti huruf a, lain cerita)
terdiri dari 6 baris (atau lebih); baris 1-3 sampiran baris 4-6 isi; bersajak abc-abc. Contoh:
Kalau anak pergi ke pekan
Yu beli belanak beli
Ikan panjang beli dahulu
Kalau anak pergi berjalan
Ibu cari sanakpun cari
Induk semang cari dahulu
(#aseekk #gak ngerti sih gue sebenernya #ngutip dari mbah wiki)
5. Syair
semua baris adalah isi; isinya adalah cerita. (Contoh belum ada, gue bikin dulu yap biar gak pasaran)
***
disclaimer: semua yang gue tulis diatas punya copyright berbeda-beda. tulisan ini untuk kepentingan nostalgia semata.