Malam tadi Pukul 7 Gue menyempatkan untuk nonton Mario Teguh the Golden Ways di Metro tv, padahal tepat jam7 itu pula gue baruu aja menjejakkan kaki di kost.
Gara-gara tema minggu ini yang cenderung aneh (dan gara-gara ortu yang semangat banget nontonnya) : “Jika tidak gila, maka itu bukan cinta” jadilah gue turun, numpang nonton di ruang makan kosan setelah gue ganti baju.
Setelah gue setel channel yang tepat, gue menghempaskan diri ke sofa nan empuk, daan.. gak rugi gue nonton malam ini: full nge-banyol! (ngelucu-red.)
Gue nonton saat show nya udah separuh jalan.
Pak Mario Brader bilang, kita jangan mengambil keputusan saat kita sedang disetir perasaan. Terutama ketika kita sedang merasakan: jatuh CINTA, atau SEDIH, atau MARAH, atau GEMBIRA, atau CEMBURU.
Oke, gue ngerti. Cemburu memang membakar. Kita jadi orang yang jelek banget saat cemburu.
Lalu pertanyaan polling yang diajukan menarik bagi gue:
- Jika pujaan hati anda akan segera dinikahkan oleh orangtuanya dengan orang lain, sementara anda belum mengajukan pernikahan, apa yang akan anda lakukan?
a. kawin lari, b. menantang duel saingan anda, c. pergi ke dukun
Sebanyak 54% responden ternyata menjawab B. Tapi ada juga yang menjawab C sebanyak 3%. Ha!
Kalau gue jadi responden, kayaknya gue bakal menjawab B. Apalagi tanggapan sang responden tadi cukup bagus: ‘saya akan menantang duel pakai otak Pak. Kalau emang harus fisik yaa tantang olahraga aja. Olahraga nya apa? Catur’. Yeah. Another king of nge-les. Tapi gue gak ahli main catur. Kalau lomba gerak jalan aja gimana?
Kalau kawin lari..gue gak pinter lari. Ujian lari TPB dapat B. Lari paling cepet 17-18 menit.
Pergi ke dukun? Nah, tadi si responden yang menjawab C ditanyain juga. Eh ternyata ada yang berani ngaku, terus namanya Lukman. Jadi bulan-bulanan Pak Mario deh: Masa namanya Lukman-nama orang beriman lho itu-, perginya ke dukun? Nah lho.
Ketiga jawaban diatas ternyata adalah cerminan ‘kegilaan’ yang dapat dilakukan orang kalau lagi jatuh cinta. Kalau lagi jatuh cintrong hal-hal yang aneh; tidak wajar, bisa dilakoni.
Kemudian sang host, Uli Herdiansyah bertanya sama Pak Mario, ‘bagaimana kalau mau jatuh cinta sama orang aja susah, lamaa gitu. penuh pertimbangan? Alon-alon waton kelakon?’
Pak Mario dengan santainya menjawab, ‘Lha, kalau kelamaan mikir pasti salah milih. Yang namanya cinta itu kepingin cepet. Jadi kalau ada orang yang stay cool, santai gitu..artinya he’s not in love. dia tidak sedang jatuh cinta’
Nah, gue jadi inget kata Om Phil dalam lagunya, “You Can’t Hurry Love”. Filosofinya malah berkebalikan dengan kata Pak Mario. Kata Om Phil jatuh cinta gak bisa dipaksain, gak bisa buru-buru. Slow but sure. Nah lho.
Lalu kaidah mana yang perlu gue anut??
Setelah gue analisis mungkin maksudnya Pak Mario adalah, kalau kita lagi jatuh cintrong pastilah kita kepingin selalu deket sama si pujaan hati. Pengen ketemu. Pengen ngobrol. Pengen ngeliat dia selalu. Always in hurry, right?
Nah, kalau maksud Om Phil, walaupun kita jatuh cinta selangit sama seseorang, tapi ternyata si doi nya kalem-kalem aja..maybe you just have to wait. harus bersabar. menanti dibukakannya pintu hati (duh, bahasa apa ini. melodrama) you can’t hurry love. Tapi kalau sekian lama tidak ada reaksi..maybe he/she’s just not that into you. cinta tak bisa dipaksakan bukan? (pledoi lama. klise). Such heartbreaking, tapi mau apalagi?
Saat segmen berikutnya, ada lagi yang menarik buat gue. Seorang bapak-bapak berusia lebih dari setengah baya bertanya, ‘Bagaimana kalau sulit mengungkapkan cinta? Saya tipe yang seperti itu’ Mario membalas, Bapak sudah menikah, punya anak? Dijawab, ‘Sudah, bahkan Alhamdulillah sudah punya cucu’
Pak Mario tersenyum-senyum mendengar pengakuan si Bapak tadi. Lalu beliau menjawab, ‘mulailah dari sekarang Pak. Katakan betapa bersyukurnya Bapak memiliki istri Bapak yang telah memberikan anak dan cucu yang baik. Wanita akan sangat tersanjung ketika dipuji. Keluarkan ke-Janaka-an Bapak, ke-Permadi-an Bapak, ke-Arjuna-an Bapak (sebetulnya semua nama ini bisa diringkas jadi satu: Arjuna)’
Wow, two thumbs up Sir!!
Benar, gue setuju sekali, wanita akan sangat senang ketika dipuji, disanjung oleh pria yang dia sayang. Tapi bukan rayuan gombal, atau phony lines. Dan juga gak perlu terlalu sering. Kata-kata pujian itu akan spesial kalau gak diumbar keseringan. It’s okay to be a little bit cheesy; honesty is most important, and also be spontaneous. Pak Mario ini memang so sweet sekali ya. Beliau di rumah juga ngakunya dipanggil honey, karena manis katanya (disambut oleh tawa penonton. gak sopan memang penonton MTGW ini)
Yang menurut gue lebih sweet adalah si Bapak-bapak yang bertanya tadi. Interpretasi gue atas pertanyaan si Bapak tadi adalah: si Bapak ini berani mengakui bahwa dia kurang romantis, kurang bisa mengungkapkan perasaan. Tapi dia mau belajar. Makanya dia bertanya. Jadi sebenarnya dia romantis. Dia ingin membahagiakan istrinya. Kurang sweet apa coba? Ayo Pak praktekkan, puji istri anda!
Kalau ngomong tentang cinta-cintaan emang seru. Terutama buat yang masih sendiri.
Perasaan berdebar-debar, panas dingin, kegalauan, melodrama, kemasygulan, menceracau, nervous ketika berpapasan atau ngobrol sama the big crush…sensasi adrenalin yang luar biasa bukan?
Kalau yang udah punya pasangan, tantangan terbesar sebenarnya adalah bagaimana menjaga hubungan itu agar awet, langgeng sampai bercucu-bercicit. Bagaimana menjaga love sparks tetap ada..walaupun udah puluhan tahun hidup bersama.
Karena kata Pak Mario, pasangan yang tetap mempertahankan kemesraan mereka-tak peduli berapapun usia mereka, akan kelihatan lebih awet muda
“Try as they may, they could ever explain, what’s been said between your heart and mine..” [when you say nothing at all - ronan keating]
“Love is like fire, it burns when its hot..” [love hurts - rod steward]